Kutai Barat, SudutBerita News | Setelah 23 tahun mengabdi sebagai ASN dan memberikan kontribusi luar biasa dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sembilan kali berturut-turut dari BPK RI, Sahadi, Asisten Tiga Setkab Kubar, memutuskan pensiun dini.
Wakil Bupati Kutai Barat, Edyanto Arkan, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Sahadi yang telah membawa perubahan positif dalam pemerintahan.
“Mewakili Pak Bupati dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, saya ucapkan terima kasih banyak kepada Pak Sahadi karena telah memberikan warna dalam roda pemerintahan kita,” ujar Edyanto saat acara ramah tamah purna tugas Sahadi di gedung ATJ kantor Bupati Kubar, Jumat (31/5/2024).
Baca berita terkait:
Resmi Pensiun Dini, Sahadi Siap Bertarung di Pilkada Kutai Barat 2024
Keputusan pensiun dini di usia 51 tahun oleh Sahadi dinilai sudah dipertimbangkan dengan matang. Edyanto mengajak para ASN untuk meneladani apa yang telah dicapai Sahadi, menekankan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap berkontribusi. Ia berharap Sahadi tetap memberikan kontribusi di luar pemerintahan meskipun sudah pensiun.
“Usia kita mungkin hanya sampai 58 tahun sebelum pensiun, tapi jangan berhenti memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara. Kita doakan semoga beliau selalu sehat,” harap Edyanto.
Baca juga:
Buruh Tak Dapat BPJS, Ini Pengakuan Bos PT Selamet Putra Rekanan PT Petrokimia Gresik
Kapolres Lampung Utara Pimpin Upacara Pengabdian dan Sertijab Kasiwas
Ini Tujuh Pejabat Kutai Barat Yang Diperiksa Kejagung Terkait Izin Tambang
Prestasi matan Kepala BKAD Kutai Barat itu dalam menjaga kinerja laporan keuangan pemerintah daerah hingga meraih opini WTP sembilan kali berturut-turut dari BPK RI menjadi salah satu sorotan Edyanto.
“Ini adalah prestasi yang luar biasa. Semoga ke depan kita bisa meningkat lagi,” ujarnya.
Sahadi sendiri berpesan kepada para ASN untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga kekompakan.
“Tetap semangat dan tingkatkan terus kinerja. ASN ini sebagai jangkar dalam menjalankan roda pemerintahan maka kita harus tetap kompak dalam bekerja,” ucapnya.
Baca juga:
Dinas Sosial Kutai Barat Gelar Forum Konsultasi Publik: Tingkatkan Standar Layanan Publik
Pensiun dini di usia 51 tahun setelah 23 tahun 3 bulan mengabdi, Sahadi memutuskan mundur dari PNS untuk maju dalam Pilkada serentak 2024.
“Saya ambil pensiun lebih awal karena kalau tunggu bulan Agustus, ini sudah tahun politik dan nanti banyak sekali pembatasan. Kita juga menghindari konflik kepentingan,” jelasnya.
Sahadi telah mendaftar di sembilan partai politik untuk Pilkada Kutai Barat 2024, namun belum menentukan bakal calon wakil bupati yang akan mendampinginya.
“Per 1 Juni saya sudah dinyatakan pensiun atas permintaan sendiri,” ungkapnya yang didampingi sang istri, Yonavia.
Paul/Red
Respon (3)