Scroll untuk baca artikel
Example 728x250 Example 728x250
BeritaDAERAHHUKUMHukum dan KeamananKalimantan TimurKutai BaratNASIONALPeristiwaSudutBerita News

Ungkap Kasus KWH: Kejari Kubar Bakal Periksa Anggota DPRD

738
×

Ungkap Kasus KWH: Kejari Kubar Bakal Periksa Anggota DPRD

Sebarkan artikel ini
Keterangan: Kasus KMH Meter Listrik yang menyeret dua terdakwa, Ruslan Hamzah dan Surya Atmaja, yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan bantuan KWH Meter yang merugikan negara hingga Rp 5,2 miliar. Foto: Kolase/Paul-SBN.
Example 728x250

Kutai Barat – Kasus dugaan korupsi bantuan KWH Meter di Kutai Barat terus bergulir. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kutai Barat, yang dipimpin oleh Christhean Arung, akan memanggil sejumlah anggota DPRD Kutai Barat periode 2019-2024 sebagai saksi dalam persidangan mendatang.

Kasus ini menyeret dua terdakwa, Ruslan Hamzah dan Surya Atmaja, yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan bantuan KWH Meter yang merugikan negara hingga Rp 5,2 miliar.

Dalam persidangan kelima yang berlangsung pada Kamis (4/10/2024), JPU telah menghadirkan saksi dari pengurus yayasan serta pejabat pemerintah setempat untuk memberikan keterangan.

Berita terkait:

Mengaku: “Orang Lain yang Nikmati, Saya yang Tersakiti” Bambang LPK Minta Terdakwa RH Bongkar ‘Orang Besar’ Dibalik Kasus KWH

 

Anggota DPRD Akan Diperiksa

Christhean Arung menyatakan bahwa pemanggilan anggota DPRD ini berkaitan dengan peran mereka dalam proyek tersebut.

“Minggu depan kita akan panggil anggota dewan untuk diperiksa sebagai saksi,” ungkapnya.

Meski tidak menyebutkan jumlah dan identitas anggota DPRD yang akan dipanggil, Arung menjelaskan bahwa mereka sebelumnya telah diperiksa saat tahap penyidikan dan disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh terdakwa Surya Atmaja dan Ruslan Hamzah. Anggota DPRD ini diduga sebagai pengusul aspirasi yang meloloskan proyek tersebut.

Baca juga

Sidang Tipikor Pengadaan Kwh Listrik di Pemkab Kubar: Fakta Penting Terungkap dari Delapan Saksi

 

Temuan Fakta Baru di Persidangan

Sidang kasus ini telah mengungkap beberapa fakta baru, termasuk pengembalian uang sebesar Rp 2 miliar oleh beberapa saksi yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Selain itu, peran dan aliran dana kepada pihak-pihak terkait dalam proyek KWH Meter mulai terungkap di persidangan.

Arung juga menegaskan bahwa pihaknya akan mendalami keterangan para terdakwa yang menyebut adanya pihak lain yang turut mengatur proyek ini. Jika ditemukan fakta baru, hal tersebut akan menjadi dasar untuk memanggil pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Baca juga:

Kejari Kutai Barat Tetapkan Satu Tersangka dalam Kasus Penyalahgunaan kWh Meter Listrik

 

Kerugian Negara

Dugaan korupsi dalam proyek ini tidak hanya menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 5,2 miliar, tetapi juga adanya temuan tambahan dari BPK terkait potensi kerugian senilai Rp 2 miliar yang telah dikembalikan oleh beberapa saksi.

“Ada fakta baru terkait aliran dana dan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek. Temuan ini akan terus kami dalami,” kata Arung.

JPU menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus korupsi ini hingga semua pihak yang terlibat dimintai pertanggungjawaban.

Paul/red

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Example 728x250 Example 728x250